Pages

22 August 2008

Exaggerating Love…

Love is the essence of men’s life. It is the foundation of humans’ existence and because of it they are able to maintain the continuity of the species. It never fails to attract men to try, test, feel or even see it. That is why people still watching love movies even though hundreds or even thousands of love movies produced every single year since decades ago till now and the story is quite the same(of course the hero and heroine will be together at last, or the cinema will be burned-happened in India).

Here, in this poem I illustrated my very own version of love which I believe to be the greatest love poem of mine which if you ask me to rate the degree of affection (jiwang), I would say that it is superheavyweight. Of course, I use the element of hyperbola in each stanza to exaggerate the effect of love in humans’ life. But, I believe it is only an exaggeration for me but not in reality as you could see yourself it happens exactly how I had mentioned. I hope all of you will enjoy it but take note that my poem is not necessarily has any correlation with my life because it may only be the inspiration of ‘Sang Pendeta syfadh’. Hereby, I present:

Kecintaanku

Subuh hari mengembalikan ingatanku kepada tuhan,
Yang kutinggalkan kerna asyiknya kita bercumbuan,
Malam itu bersama kita bermesraan,
Yang menghadir dan mendatangkan seribu kenikmatan,

Subuh hari mengembalikan ingatanku pada keduniaan,
Yang mana kulupakan demi kasihku selautan,
Engkau yang menemaniku dengan teguh kesetiaan,
Redhaku hanyut dalam layananmu dengan penuh keghairahan,

Subuh hari yang mengembalikan ingatanku pada persahabatan,
Yang mana kulalaikan kerna kaulah perhatian,
Engkau yang memenuhi setiap ruang fikiran,
Malam yang kauhadiahkan dengan satu kesempurnaan,

Subuh hari yang mengembalikan ingatanku pada kehidupan,
Yang mana kuabaikan kerna kaulah pujaan,
Aku serah jasadku padamu sebagai suatu kurniaan,
Relaku kauperlakukan sebarang perlakuan,

Subuh hari yang mengembalikan ingatanku pada kenyataan,
Yang mana kulepakan kerana sibuk dalam khayalan,
Bersamamu bagiku hilanglah segala kemasyghulan,
Kucupan yang kauberikan sebagai satu hidangan,

Subuh hari yang mengembalikan ingatanku pada suratan,
Yang mana kualpakan sedang engkau dan aku asyik bersukaan,
Nyata kumengerti dan akui engkau bagiku adalah fitrah kehidupan,
Kaulah aku dan akulah kamu semestinya kita seiringan…

-syfadh-

2 comments:

syazmeen said...

sedap dan syahdu~

hanaazhari said...

mndalam n mnyentuh..